Sabtu, 30 Maret 2013

Penalaran Deduktif

Sabtu, 30 Maret 2013

Dalam suatu penalaran deduktif, ada ide-ide yang telah dirumuskan dalam kalimat dan diatur dengan ide yang bersifat umum (premis mayor), diletakkan pada bagian awal dan diikuti dengan ide yang bersifat khusus. Penataan ini dapat direalisasikan dengan menampilkan kalimat pada awal, kemudian dilanjutkan dengan kalimat penjelas. Penjelas (ide penunjang) dapat berupa bukti, contoh : ilustrasi, data statistik, perincian dan sebagainya. Bukti dapat diambil dari hasil pegamatan observasi atau hasil penelitian. Dalam penalaran deduktif, kalimat topik yang berisi ide pokok ditempatkan di awal.

Contoh penalaran deduktif :

    Mendengarkan musik dapat menenangkan jiwa. Dalam penelitian ilmiah telah dibuktikan bahwa mendengarkan musik itu dapat menenagkan pikiran manusia dari berbagai macam masalah yang sedang dihadapinya. Dengan mendengarkan musik manusia dapat mengurangi masalah yang dipikirkan. Beban berat masalah yang dialami menjadi berkurang sehingga seseorang dapat memecahkan masalah dengan akal sehatnya. Berdasarkan penelitian tentang mendengarkan musik dapat disimpulkan bahwa orang yang suka mendengarkan musik pada umumnya lebih tidak ada beban dan selalu senang.

Penarikan simpulan penalaran deduktif dapat dilakukan secara langsung dan tidak langsung, seperti :

-          Secara langsung

Penarikan simpulan secara langsung dapat dilakukan dengan satu premis.

Contoh :

    Tidak seekorpun burung adalah bebek.

-          Secara tidak langsung

Penarikan simpulan secara tidak langsung dapat dilakukan dengan dua premis. Premis pertama bersifat umum dan premis kedua bersifat khusus.

Beberapa jenis penalaran deduktif :

-          Silogisme kategorial

Suatu silogisme yang terdiri dari tiga proposisi, dua proposisi merupakan premis dan satu proposisi merupakan simpulan. Premis khusus disebut premis minor. Simpulan terdapat subjek dan predikat.

Contoh :

    Semua atlet berolahraga
    Semua pelari adalah atlet
    Jadi, semua pelari berolahraga

-          Silogisme hipotesis

Suatu silogisme yang terdiri dari premis mayor yang berproposisi kondisional hipotesis.

Contoh :

    Jika motor di gas, motor akan berjalan
    Motor di gas
    Jadi, motor berjalan

-          Silogisme alternatif

Suatu silogisme yang terdiri dari premis mayor yang berupa proposisi alternatif. Jika premis minornya membenarkan salah satu alternatif, maka simpulannya akan menolak alternatif yang lain.

Contoh :

    Dia adalah seorang pembalap atau pencuri
    Dia seorang pembalap
    Jadi, dia bukan seorang pencuri

-          Entimen

Suatu silogisme yang tidak mempunyai premis mayor karena premis mayor itu sudah diketahui secara umum, yang dikemukakan hanya premis minor dan simpulan.

Contoh :

    Semua mahasiswa adalah orang pintar.
    Doni adalah seorang mahasiswa.
    Jadi, Doni adalah orang pintar.

Sumber:
http://fanziprasetia.blog.com/2012/03/16/paragraf-deduktif/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar